Minggu, 13 Maret 2011

Candi Umbul: Pemandian Putri Raja

Candi Umbul adalah salah satu situs purbakala di Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Candi ini termasuk dalam gugusan candi di sepanjang Pulau Jawa terletak di desa Kartoharjo kecamatan Grabag. Candi Umbul berbeda dengan candi pada umumnya karena di situs candi ini tempat pemandian adalah pemandangan dominan. Terdapat 2 area pemandian dalam situs ini. Pemandian pertama adalah pemandian air hangat alami sedangkan pemandian berikutnya adalah pemandian air tawar. Candi ini konon adalah tempat pemandian para putri raja setelah mereka melakukan ritual tertentu di Candi Borobudur. Untuk bisa mencapai candi umbul ini, bila mengendarai mobil dari arah Semarang atau Jogja, Anda harus memutar dari Secang selanjutnya ke arah Grabag. Sedangkan bila mengendarai motor, bisa langsung menuju candi ini dengan mengikuti arah papan penunjuk .


Banyak peninggalan sejarah di Jawa Tengah yang menjadi tempat wisata. Di antaranya adalah Pemandian Air Hangat Candi Umbul. Menurut penduduk setempat pemandian itu adalah peninggalan raja-raja Syailendra.

Setelah bertanya beberapa kali, akhirnya SENIOR sampai juga ke pemandian air hangat Candi Umbul. Di antara hamparan padi di sawah inilah pemandian ini berada. Mendengar nama Candi Umbul sempat terpikir, tempat tersebut didominasi oleh bangunan-bangunan candi.

Tapi nyatanya, gambaran ini tak sepenuhnya tepat. Satu hal yang sangat menonjol di tempat itu adalah pemandian air hangatnya. Memang di dekat kolam pemandian terdapat candi, hanya saja candi itu tidak seperti layaknya candi-candi yang ada di Jawa Tengah, besar dan tinggi.

Dua Kolam

Di pemandian air hangat ini, Anda bisa berendam dengan nikmat. Di sini terdapat 2 kolam pemandian. Kolam pertama berisi air hangat, sedangkan kolam yang kedua airnya lebih dingin. Yang menarik, di dalam kolam air hangat ini terdapat beberapa batu besar yang bisa Anda duduki. Mirip orang yang sedang bertapa. Sumber air hangat ini berasal dari dalam bumi.

Jadi kalau Anda berendam di kolam tersebut, Anda bisa melihat gelembung-gelembung air yang naik ke atas permukaan kolam. Gelembung tersebut mirip air yang sedang mendidih. Tapi tenang saja, air di kolam ini tidak seperti air mendidih kok.

Karena air yang tersembur dari dalam bumi ke permukaan inilah yang membuat nama daerah itu disebut sebagai Candi Umbul. "Candi Umbul itu memang nama desa di sini. Disebut candi, karena memang di sini terdapat candi atau arca. Sedangkan umbul maksudnya adalah air yang menyembul dari bawah ke atas," tutur Mukiban, seorang penduduk setempat yang dianggap tahu tentang riwayat Candi Umbul. Itu sebabnya pemandian air hangat ini diembel-embeli Candi Umbul.

Air hangat tersebut, kata pria berusia 65 tahun ini, mengandung belerang. Itu sebabnya, banyak orang yang datang untuk melakukan pengobatan di sana. Biasanya, penderita gangguan nyeri tulang dan penyakit kulit seperti gatal-gatal yang banyak mandi di sana.

Bisa Menyala

Karena sumber air pemandian ini berasal dari dalam bumi, maka air tidak akan habis. Keunikan dari air ini, masih menurut Mukiban adalah bisa menyala.

Dalam artian, bila jumlah airnya tinggal sedikit lalu Anda memasukkan batang korek api ke dalamnya, maka batang korek tersebut akan menyala. Namun karena saat itu air sedang penuh, maka kami tidak bisa melakukan hal tersebut. Pemandian yang berada di daerah Pringsurat, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memang salah satu obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten.

Awalnya, kawasan ini dikelola oleh warga Desa Candi Umbul. Namun kemudian diminta oleh pemerintah daerah. Sayangnya, begitu ditanya mengenai asal usul dari pemandian air hangat ini, tidak banyak orang yang bisa menjelaskan. "Nggak banyak yang tahu mengenai sejarah pemandian air ini. Termasuk orang asli daerah sini," tutur seorang penjual makanan di kawasan tersebut.

Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Mukiban yang menjadi penduduk asli di Desa Candi Umbul ini. Tidak banyak informasi yang bisa terkuak dari mereka. Yang diketahui, pemandian ini baru dibuka sekitar tahun 1870-an. Itu pun setelah Belanda memerintahkan untuk menggali peninggalan sejarah tersebut.

Karena Perselisihan

Sejarah lainnya, menurut Mukiban, tempat pemandian yang dibuat pada masa Dinasti Syailendra ini sebenarnya ingin dibuat seperti Pemandian Taman Sari yang berada di Keraton Yogyakarta. Tapi karena terjadi perselisihan, tempat tersebut tidak tuntas penyelesaiannya. Itu sebabnya, tempat ini memang tidak seindah Taman Sari, meski awalnya pemandian ini diperuntukkan untuk puteri dari kerajaan Syailendra itu.

Ornamen yang ada di kolam tersebut sedikitnya menunjukkan bahwa pemandian ini dikerjakan dengan serius. Begitu juga dari beberapa candi, atau lebih tepatnya disebut sebagai arca, yang tersisa. Jumlah arca yang ada memang sudah berkurang banyak.

Ini tak lain karena banyaknya pencurian terhadap arca tersebut. Bahkan tak jarang, patung bagian atasnya saja yang diambil. Sedang bagian bawahnya tetap dibiarkan di tempatnya. Makanya, arca yang tertinggal sudah tidak jelas lagi bentuknya. Sebenarnya, bentuk arca-arca tersebut cukup unik. Ada patung wanita yang bagian bawahnya seperti ekor ayam lalu juga ada arca berbentuk gajah.

Ya tapi, semua itu tinggal kenangan saja. Seandainya, tidak ada penjarahan terhadap arca tersebut, pemandian air hangat ini pasti akan jauh lebih menarik. Perlu bukti? Datang saja ke sana.

Cukup Rp 1.000

Saja Untuk mencapai tempat pemandian air hangat ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Dari Semarang, waktu tempuhnya sekitar 60 menit. Anda bisa naik kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Kalau Anda memilih naik kendaraan umum, cobalah naik bus Semarang yang mengarah ke Yogyakarta melewati jalan Magelang.

Turun di daerah Pringsurat. Ada papan besar di sebelah kiri jalan yang menunjukkan tempat pemandian berada. Untuk mencapai pemandian tersebut, Anda harus berjalan masuk sejauh 600 meter.

Tapi, kalau Anda membawa mobil pribadi, bisa diparkir sebelum tempat tersebut. Dan Anda harus berjalan sekitar 200 meter lagi. Sedangkan untuk motor, bisa langsung Anda parkir di depan pemandian. Biaya masuk pemandian ini terbilang murah. Dengan Rp 1000 saja, Anda sudah bisa berendam sepuasnya di pemandian air hangat ini.

Sumber : www.kompas.com, http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Umbul

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar